Blind Judging
Identitas sekolah dan peserta disembunyikan.
ISMA bukan sekadar kompetisi. ISMA adalah ekosistem pengembangan media sekolah.
ISMA Foundation adalah lembaga yang dibentuk oleh Yayasan Ekosistem Media Kreatif untuk membangun ekosistem media sekolah Indonesia melalui standardisasi, teknologi digital, pembinaan, dan kolaborasi nasional. Sebagai pengelola Indonesian School Media Awards (ISMA), ISMA Foundation mengembangkan sistem, standar, dan inovasi yang mendorong tumbuhnya budaya publikasi sekolah yang kreatif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Media sekolah merupakan ruang belajar yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan peserta didik. Namun, kualitas media sekolah di Indonesia masih sangat beragam dan belum didukung oleh standar, pembinaan, serta sistem apresiasi yang mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Di sisi lain, transformasi digital telah mengubah media sekolah dari majalah cetak menjadi media digital interaktif yang mengintegrasikan teks, foto, audio, video, dan berbagai bentuk komunikasi multimedia. Perubahan ini membutuhkan sebuah ekosistem yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga standardisasi, teknologi, pembinaan, dan kolaborasi.
Atas dasar itulah Indonesian School Media Awards (ISMA) dibentuk. ISMA hadir sebagai ekosistem nasional untuk mendorong tumbuhnya budaya media sekolah yang kreatif, berkualitas, dan berkelanjutan melalui kompetisi, pengembangan kapasitas, sistem penjurian yang objektif, serta pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem media sekolah, Yayasan Ekosistem Media Kreatif memilih myedisi mag sekolah, sebuah platform publikasi majalah digital interaktif yang dirancang khusus untuk sekolah.
Melalui myedisi mag sekolah, sekolah dapat menerbitkan majalah digital dengan berbagai elemen multimedia seperti galeri foto, audio podcast, video, tautan interaktif, dan berbagai fitur digital lainnya. Platform ini membantu sekolah mengelola proses publikasi secara lebih mudah sekaligus menjadi sarana dokumentasi, pembelajaran, dan publikasi karya peserta didik.
Seluruh karya yang mengikuti program ISMA dipublikasikan melalui aplikasi myedisi reader sehingga proses publikasi, penilaian, dokumentasi, dan arsip digital dapat dilakukan secara terintegrasi.
ISMA memandang majalah sekolah bukan sekadar kumpulan artikel, melainkan sebuah media pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai bentuk komunikasi digital.
Majalah digital interaktif memungkinkan sekolah menghadirkan pengalaman membaca yang lebih menarik melalui kombinasi teks, ilustrasi, fotografi, infografis, audio, video, serta berbagai elemen multimedia lainnya. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik, desain, produksi konten digital, hingga literasi media yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
ISMA merupakan program nasional yang memberikan ruang apresiasi sekaligus pembinaan bagi media sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA di seluruh Indonesia.
Lebih dari sekadar kompetisi, ISMA mendorong sekolah membangun budaya publikasi yang berkelanjutan melalui standar kualitas media, pengembangan kapasitas redaksi, sistem penjurian yang objektif, serta kolaborasi antara sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media.
ISMA Junior merupakan pengembangan program yang ditujukan bagi media sekolah tingkat SMP dan MTs.
Program ini dirancang dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik jenjang menengah pertama, sehingga mampu menjadi ruang pembelajaran awal bagi lahirnya generasi muda yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghasilkan karya media sekolah.
ISMA mengembangkan kategori kompetisi yang merepresentasikan berbagai kompetensi dalam pengelolaan media sekolah.
Seluruh kategori dirancang untuk mendorong kreativitas, kemampuan komunikasi, literasi digital, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia.
ISMA menerapkan sistem penjurian berbasis standar yang mengedepankan objektivitas, independensi, dan integritas.
Setiap karya dinilai menggunakan rubrik yang telah distandardisasi oleh ISMA Foundation. Proses penilaian dilakukan secara blind judging sehingga identitas sekolah tidak memengaruhi hasil penilaian. Setiap karya dinilai oleh lebih dari satu juri sesuai bidang kompetensinya, dilengkapi proses kalibrasi, validasi, serta mekanisme pengawasan untuk menjaga konsistensi hasil penjurian.
Pendekatan ini memastikan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan kualitas karya, bukan berdasarkan popularitas maupun asal sekolah.
Compliance Screening adalah tahap pemeriksaan awal sebelum penjurian untuk memastikan setiap karya memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan dalam Peraturan ISMA. Karya yang tidak memenuhi ketentuan dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) dan tidak dilanjutkan ke tahap penjurian. Tahap ini tidak menilai kualitas karya, melainkan memastikan seluruh karya yang dinilai juri telah memenuhi standar kelayakan yang sama.
Identitas sekolah dan peserta disembunyikan.
Setiap karya dinilai minimal oleh dua juri.
Dinilai ulang oleh 1 juri tambahan apabila diperlukan.
Sistem akan menentukan 50 karya dengan nilai tertinggi.
50 karya dinilai ulang oleh juri lainnya yang belum menilai karya.
Dilakukan Integrity Review untuk memastikan kepatuhan.
Hasil Expanded Panel Calibration & Integrity Review, ditentukan 20 karya terbaik.
Presentasi karya oleh peserta didampingi Guru Pembimbing.
Peserta menerima ringkasan hasil penilaian.
ISMA mengembangkan ekosistem digital yang menghubungkan seluruh proses penyelenggaraan dalam satu alur yang terintegrasi.
Mulai dari penerbitan majalah sekolah, pengelolaan karya peserta, proses registrasi, distribusi kepada juri, penilaian digital, validasi hasil, hingga publikasi pemenang dilakukan melalui sistem yang saling terhubung. Pendekatan end-to-end digital meningkatkan efisiensi penyelenggaraan sekaligus menjaga akurasi, transparansi, dan keamanan data.
Ekosistem ini juga memungkinkan penyelenggaraan ISMA di berbagai daerah dengan standar operasional yang konsisten.
Indonesian School Media Awards (ISMA) akan mulai diselenggarakan pada awal 2027 sebagai langkah awal pengembangan ekosistem media sekolah di Indonesia. Pelaksanaan perdana ini dirancang untuk membangun budaya editorial, kreativitas, jurnalistik, dan publikasi digital melalui keterlibatan siswa, sekolah, dan komunitas media sekolah.
ISMA Foundation percaya bahwa media sekolah merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara bertanggung jawab, serta menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, ISMA Foundation berkomitmen membangun ekosistem media sekolah Indonesia yang semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
Membangun media sekolah bukan sekadar menghasilkan karya yang baik, tetapi juga membentuk generasi yang mampu berpikir, berkarya, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab.